<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>alumnismada.org &#187; Kabare Kediri</title>
	<atom:link href="http://blog.alumnismada.org/category/kabare-kediri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.alumnismada.org</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Jul 2010 03:02:47 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kaos Smada Emas 2009</title>
		<link>http://blog.alumnismada.org/2009/08/26/kaos-smada-emas-2009/</link>
		<comments>http://blog.alumnismada.org/2009/08/26/kaos-smada-emas-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 07:37:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alumni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[Kabare Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[alumnismada]]></category>
		<category><![CDATA[kaos smada emas]]></category>
		<category><![CDATA[Smada emas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.alumnismada.org/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[
Poro sedulur..
Dalam rangkaian acara smada emas, nanti ada acara jalan santai. sangat diharapkan memakai kaos yg seragam
bagi rekan2 alumni yang mau beli/pesan kaos harap hub sekretariat panita:

Sdr Muhtar 085235557676
Sdr Puguh 081555830354

pilihan warna putih, orange, maron
pilihan ukuran :  S, L , XL, JUMBO, ALL SIZE


Related posts:Pendataan Ultah Emas Smada Kediri 25 Sept 2009


Related posts:<ul><li><a href='http://blog.alumnismada.org/2009/08/01/pendataan-ultah-emas-smada-kediri-25-sept-2009/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pendataan Ultah Emas Smada Kediri 25 Sept 2009'>Pendataan Ultah Emas Smada Kediri 25 Sept 2009</a></li></ul>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-95" title="kaos-smada-emas" src="http://blog.alumnismada.org/wp-content/uploads/2009/08/kaos-smada-emas.jpg" alt="kaos-smada-emas" width="600" height="717" /></p>
<p>Poro sedulur..</p>
<p>Dalam rangkaian acara smada emas, nanti ada acara jalan santai. sangat diharapkan memakai kaos yg seragam</p>
<p>bagi rekan2 alumni yang mau beli/pesan kaos harap hub sekretariat panita:</p>
<ul>
<li>Sdr Muhtar 085235557676</li>
<li>Sdr Puguh 081555830354</li>
</ul>
<p>pilihan warna<strong> putih, <span style="color: #ff6600;">orange</span>, <span style="color: #800000;">maron</span></strong></p>
<p>pilihan ukuran :  <strong>S, L , XL, JUMBO, ALL SIZE</strong></p>


<p>Related posts:<ul><li><a href='http://blog.alumnismada.org/2009/08/01/pendataan-ultah-emas-smada-kediri-25-sept-2009/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pendataan Ultah Emas Smada Kediri 25 Sept 2009'>Pendataan Ultah Emas Smada Kediri 25 Sept 2009</a></li></ul></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.alumnismada.org/2009/08/26/kaos-smada-emas-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Tato dan Piercing Mulai Marak di Kalangan Muda Kediri</title>
		<link>http://blog.alumnismada.org/2009/06/09/ketika-tato-dan-piercing-mulai-marak-di-kalangan-muda-kediri/</link>
		<comments>http://blog.alumnismada.org/2009/06/09/ketika-tato-dan-piercing-mulai-marak-di-kalangan-muda-kediri/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 02:55:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alumni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabare Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[berita kediri]]></category>
		<category><![CDATA[tato kediri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.alumnismada.org/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Ketika Tato dan Piercing Mulai Marak di Kalangan Muda Kediri
Simbol Gaya Hidup, Lebih Mahal Menghapus
Kaum muda punya cara sendiri untuk berekspresi dan mengungkapkan kebebasan. Salah satunya adalah dengan seni melukis tubuh (tattoo) dan piercing. Komunitas para penggunanya pun kini tak takut dicap buruk di masyarakat.
IKA MARIANA, Kediri
&#8212;
Kios kecil di Jalan Patiunus ini sedikit berbeda dibandingkan [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://www.coolopticalillusions.com/eye-tricks/optic-pictures/alien-tattoo-whole-body.jpg" alt="" width="180" height="153" />Ketika Tato dan Piercing Mulai Marak di Kalangan Muda Kediri<br />
Simbol Gaya Hidup, Lebih Mahal Menghapus</p>
<p>Kaum muda punya cara sendiri untuk berekspresi dan mengungkapkan kebebasan. Salah satunya adalah dengan seni melukis tubuh (tattoo) dan piercing. Komunitas para penggunanya pun kini tak takut dicap buruk di masyarakat.</p>
<p>IKA MARIANA, Kediri</p>
<p>&#8212;</p>
<p>Kios kecil di Jalan Patiunus ini sedikit berbeda dibandingkan dengan kios-kios yang lainnya. Bila kebanyakan kios menjual berbagai makanan atau pulsa handphone, tidak dengan kios berukuran 2&#215;2 meter ini. Di kios ini etalasenya berisikan berbagai aksesori untuk piercing, kalung, cincin, dan aksesori lainnya. Dindingnya dipenuhi berbagai desain atau gambar tato. Sederet poster dan foto selebritis luar negeri, lengkap dengan tato dan tindik, pun dipajang di sana.</p>
<p>Pada salah satu sudutnya tertumpuk katalog berisikan desain tato dan foto-foto berbagai jenis tindik dan aksesorinya. Bersebelahan dengan kotak-kotak berisi berbagai peralatan yang digunakan untuk membuat tato serta piercing. Ada jarum, tinta, sarung tangan, koil (mesin membuat tato), dan lainnya.</p>
<p>Ya, kios tersebut memang membuka jasa untuk mentato serta melakukan piercing. Tak heran bila mayoritas pengunjungnya adalah anak muda.</p>
<p>Seperti siang itu, beberapa pemuda, laki-laki maupun perempuan, dengan dandanan penuh gaya memenuhi kios mungil bernama &#8216;One Up Tatto&#8217; tersebut. Beberapa dari mereka mengenakan tindik serta piercing di telinganya. Bahkan sampai memenuhi daun telinga.</p>
<p>Beberapa lainnya memiliki tato di beberapa bagian tubuh. Ada yang di tangan, ada juga yang di leher. Serta ada pula yang mengenakan keduanya.</p>
<p>Di antara yang bertato itu ada seorang yang terlihat paling ekstrem. Meskipun di daun telinga kirinyanya tak lagi ada aksesori, namun bekas piercing yang berderet masih terlihat. Demikian juga di dahi dan hidungnya. Bekasnya berwarna hitam, serupa noktah kecil. Saat berbicara, baru terlihat anting yang terpasang tepat di tengah lidahnya.</p>
<p>Tak hanya itu, yang paling terlihat adalah tato yang memenuhi tangan kanan dan kirinya. Sesudahnya, dia juga mengaku bahwa sekujur tubuhnya pun penuh tato dan bekas tindikan.</p>
<p>Pemuda itu adalah Wawan Haryanto. Biasa dipanggil dengan sebutan Gokwan. Saat ditanya artinya, sambil tertawa dia menggeleng tanda tak tahu. &#8220;Itu teman-teman yang manggil, nggak tahu kenapa,&#8221; akunya.</p>
<p>Wawan atau Gokwan adalah salah seorang penggila tato dan tindik. Dia pula pemilik kios sekaligus si tukang tato dan piercing. Pemuda ini mengaku mulai menato tubuhnya saat duduk di kelas enam sekolah dasar. Sang kakak yang memperkenalkan kala itu. Sejak itu, Gokwan mulai bereksperimen dan terus menambah koleksi tatonya.</p>
<p>Pemuda berusia 26 tahun ini berargumen bahwa tato adalah sebuah karya seni. Pemakainya bisa merasa dan terlihat lebih keren. Serta kian percaya diri. Demikian juga dengan piercing. Namun, lebih dari itu, keduanya adalah sebuah simbol kebebasan dan gaya hidup.</p>
<p>&#8220;Tato dan piercing ini buat aku adalah simbol kebebasan, serta sebagai bagian dari gaya hidup,&#8221; papar pemuda murah senyum ini.</p>
<p>Tak takut dicap buruk oleh masyarakat? Karena selama ini di masyarakat ada anggapan bahwa mereka yang bertato atau piercing adalah para penjahat atau kriminal. Selalu dikaitkan dengan yang buruk-buruk.</p>
<p>Dengan santai, Gokwan menggeleng sembari tertawa. Dia berdalih bahwa baik atau buruk tak dilihat dari fisiknya saja. Orang yang mengenakan tindik, piercing, ataupun tato menurutnya bukan berarti jahat. Demikian juga sebaliknya, mereka yang tidak bertato ataupun bertindik di tubuhnya belum tentu orang baik-baik. Semua itu tergantung individu masing-masing.</p>
<p>&#8220;Aku sih santai, yang penting aku nggak berbuat jahat. Lagian itu kan tergantung individunya, nggak berarti yang tatoan atau pake tindik banyak adalah kriminal. Tato dan piercing-nya kan diam aja,&#8221; kilahnya.</p>
<p>Hal ini juga diiyakan oleh Willy, teman Gokwan yang juga penyuka tato. Pemuda berusia 20 tahun tersebut malah ingin mengubah image itu di masyarakat.</p>
<p>Dibanding Gokwan, Willy bisa dikatakan pemula di dunia tato dan piercing. Pemuda berambut keriting ini baru punya satu tato di punggungnya. Tato bergambar tokoh kartun Sonic tersebut tergambar rapi di pundak kirinya. Sekalipun gambar tersebut tidak mewakili karakternya, namun dia memilihnya lebih karena ingin terlihat beda.</p>
<p>&#8220;Nggak selalu sesuai dengan karakter kita sih, aku lebih suka pilih gambar yang beda aja,&#8221; terangnya sambil memperlihatkan tatonya.</p>
<p>Saat ditanya apakah tidak sakit atau ngeri saat ditato ataupun ditindik, Gokwan dan Willy pun sepakat mengatakan awalnya pasti ada sedikit sakit. Namun lama-lama akan terbiasa juga. Lagipula, peralatan untuk tato dan piercing saat ini sudah lebih baik.</p>
<p>Gokwan yang mahir mentato, menindik, serta piercing sejak tujuh tahun lalu tersebut mengatakan bahwa keduanya harus dilakukan sesuai prosedur. Peralatan steril harus yang utama. Hal itu untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan. Seperti penularan penyakit dan sebagainya.</p>
<p>Lalu berapa harga untuk tato dan piercing? Dengan cepat Gokwan mengatakan tergantung pada tingkat kesulitan dan besarnya gambar. Untuk tindik, bergantung pada bahan aksesori yang diinginkan.</p>
<p>Harga tato mulai seratus ribu hingga jutaan rupaih. Sedangkan untuk piercing mulai dari Rp 70 ribuan. Murah lagi adalah tindik, sekali tindik hanya Rp 15 ribu.</p>
<p>Tato sendiri ada yang temporer ada pula yang permanen. Meskipun permanen ternyata bisa juga dihapus. Namun jangan salah, menghapusnya lebih sakit dan lebih mahal dibanding saat mentato.</p>
<p>&#8220;Lebih sakit dan mahal kalau menghilangkan tato. Satu senti (centimeter, Red) harganya tujuh puluh lima ribu (rupiah),&#8221; jelas pemuda asal Kaliombo, Kediri tersebut. Jadi, lebih baik memikirkan baik-baik sebelum memutuskan gambar apa yang ingin ada di tubuh kita. Daripada kesakitan dan harus bayar mahal.</p>
<p>sumber: radar kediri</p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.alumnismada.org/2009/06/09/ketika-tato-dan-piercing-mulai-marak-di-kalangan-muda-kediri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SMAN 2 Kediri, Runner Up Marketing Communication Plan Competition 2009</title>
		<link>http://blog.alumnismada.org/2009/03/20/sman-2-kediri-runner-up-marketing-communication-plan-competition-2009/</link>
		<comments>http://blog.alumnismada.org/2009/03/20/sman-2-kediri-runner-up-marketing-communication-plan-competition-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2009 09:46:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alumni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabare Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[gedung induk]]></category>
		<category><![CDATA[smada kediri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.alumnismada.org/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Asal Comot Simbol, Jadi Tahu Sejarah Sekolah
Pengetahuan tentang seluk-beluk dan sejarah sekolah mengantar empat cewek dari SMA Negeri 2 Kediri ini menjadi runner up dalam Marketing Communication Plan Competition 2009. Tapi, siapa sangka pengetahuan tersebut justru diperoleh mereka karena mengikuti lomba ini.
Bila memasuki kawasan SMA Negeri 2 Kediri, mata akan langsung disuguhi bangunan tiga lantai [...]


Related posts:<ul><li><a href='http://blog.alumnismada.org/2008/11/08/alumni-peduli-smada-kediri-20082009/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Alumni Peduli &#8211; Smada Kediri &#8211; 2008/2009'>Alumni Peduli &#8211; Smada Kediri &#8211; 2008/2009</a></li><li><a href='http://blog.alumnismada.org/2009/06/09/ketika-tato-dan-piercing-mulai-marak-di-kalangan-muda-kediri/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ketika Tato dan Piercing Mulai Marak di Kalangan Muda Kediri'>Ketika Tato dan Piercing Mulai Marak di Kalangan Muda Kediri</a></li><li><a href='http://blog.alumnismada.org/2009/01/04/berjiwa-mandiri-bikin-penyulingan-minyak-cengkih/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berjiwa Mandiri, Bikin Penyulingan Minyak Cengkih'>Berjiwa Mandiri, Bikin Penyulingan Minyak Cengkih</a></li></ul>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://smadakediri.sch.id/green/images/stories/Kolam.jpg" alt="" width="210" height="158" />Asal Comot Simbol, Jadi Tahu Sejarah Sekolah</p>
<p>Pengetahuan tentang seluk-beluk dan sejarah sekolah mengantar empat cewek dari SMA Negeri 2 Kediri ini menjadi runner up dalam Marketing Communication Plan Competition 2009. Tapi, siapa sangka pengetahuan tersebut justru diperoleh mereka karena mengikuti lomba ini.</p>
<p>Bila memasuki kawasan SMA Negeri 2 Kediri, mata akan langsung disuguhi bangunan tiga lantai yang berarsitektur kuno. Sekolah di Jalan Veteran tersebut punya jendela-jendela kaca dengan lubang ventilasi berbentuk bulat. Sementara, langit-langit di setiap ruangannya berbentuk unik, bergelombang. Tersusun dari besi dengan bentuk setengah silinder.</p>
<p>Ubinnya, khususnya ketika naik lantai dua dan tiga, tersusun dari kayu jati. Ubin kayu jati tersebut berbentuk kotak seukuran batu bata.</p>
<p>&#8220;Semuanya (bentuk bangunan, Red) itu punya makna masing-masing,&#8221; kata Roshinta Puspitaningrum, yang bersama tiga siswa lainnya baru saja meraih gelar peringkat kedua dalam Marketing Plan Communication 2009. Tiga lainnya adalah Rosalita Febrina Iswastika, Zulfa Nahdiatur Rasyida, dan Claresta Islamey. Penyelenggaranya adalah Universitas Petra Surabaya dan digelar pada 8 Maret lalu.</p>
<p>Lalu, apa makna ornament-ornament seperti itu? Dengan tangkas Roshinta kemudian menjabarkan satu per satu. Diawali dengan keterangan bahwa gedung yang digunakan Smada, singkatan populer sekolah ini, adalah bantuan dari pemerintah Jepang. Itu yang membuat lubang ventilasi berbentuk bulatan, sebagai simbol matahari seperti simbol negeri Jepang.</p>
<p>Langit-langit yang berbentuk lengkungan setengah silinder juga bukan ditempel asal-asalan atau tanpa maksud. Langit-langit dari besi tersebut dibuat seperti itu agar suara bisa dipantulkan dengan sempurna.</p>
<p>&#8220;Jadi kalau di dalam kelas suara guru bisa didengar jelas,&#8221; terang Roshinta.</p>
<p>Masih menurut siswi tersebut, pada 1 Maret 1959 Smada masih jadi satu dengan SMA Negeri 1 Kediri. Baru ketika mulai 1 Agustus pada tahun yang sama, Smada resmi berdiri sendiri. &#8220;Kepala sekolah pertama bernama Raden Mas Sutikno,&#8221; sambung Claresta.</p>
<p>Pengetahuan-pengetahuan tersebut mereka pahami karena dalam lomba tersebut mereka harus mempromosikan sekolah dengan maksimal. Dengan kata lain mereka harus merencanakan komunikasi pemasaran untuk sekolahnya. &#8220;Padahal kami tidak tahu-menahu tentang pemasaran,&#8221; ujar cewek yang biasa dipanggil Shinta itu.</p>
<p>Media promosi yang mereka gunakan adalah cetak dan elektronik. Berupa poster, makalah, katalog, brosur, dan film dokumenter. Semuanya mereka kemas dalam satu tema The Gold Luster of My Extraordinary School.</p>
<p>Selama menyelesaikan media promosi itu, mereka juga terpaksa pulang malam selama seminggu penuh. Yakni sebelum babak final. &#8220;Kami baru pulang sekitar jam 11 malam (pukul 23.00 WIB, Red),&#8221; kata Rosa.</p>
<p>Menurut Claresta, tema itu sengaja mereka ambil terkait dengan ulang tahun sekolahnya yang ke-50. Pesta ulang tahun emas juga akan diselenggarakan.</p>
<p>Menurut Claresta, The Gold Luster bermakna bentuk pancaran cahaya emas. Karena usia 50 tahun identik dengan ulang tahun emas. Sedangkan Extraordinary School dipakai karena Smada adalah sekolah yang luar biasa karena prestasi para siswanya.</p>
<p>Menariknya, simbol yang mereka gunakan pada karya mereka adalah daun semanggi. Jika biasanya daun semanggi memiliki tiga helai daun dalam satu tangkai maka daun yang mereka gunakan memiliki empat helai. Awalnya, daun semanggi mereka pilih tanpa alasan yang jelas. &#8220;Kami asal pilih saja,&#8221; jelas Rosalita yang sekarang duduk di kelas XI IA-2.</p>
<p>Ternyata, beberapa hari sebelum waktunya presentasi, mereka justru menemukan makna tentang daun semanggi tersebut. Berdasarkan mitos Yunani, empat helai daun semanggi bermakna pengharapan, iman, cinta, dan keberhasilan. &#8220;Alhamdulillah makna yang keempat kami dapatkan, yaitu keberhasilan,&#8221; tambah Zulfa.</p>
<p>Dalam kompetisi yang memiliki tema &#8220;Promote Your School&#8221; itu Smada adalah satu satunya sekolah negeri yang berhasil masuk babak final dari 36 sekolah peserta se-Jawa Timur. &#8220;Kita tidak menyangka sebelumnya,&#8221; ungkap cewek 16 tahun itu.</p>
<p>Ketidakyakinan mereka karena saat babak semifinal, dewan juri tidak memberikan komentar apa-apa. &#8220;Mereka bilang no comment,&#8221; kenang Shinta.</p>
<p>Menurut mereka, pernyataan juri itu memiliki dua kemungkinan. Pertama hasil karya mereka membuat juri kagum. Atau justru sebaliknya.</p>
<p>Namun, ternyata sikap juri itu menunjukkan kekaguman. Dalam babak final, presentasi mereka mampu memikat dewan juri. Tim Smada memukau juri dengan dibuka seni karawitan. Serta ditutup dengan retelling story yang menggunakan bahasa Inggris. &#8220;Pokoknya kami tampil beda saat itu,&#8221; ujar Rosita menimpali.</p>
<p>Menurut empat cewek itu, keberhasilan mereka menjuarai kompetisi itu memberikan pengetahuan yang tidak ternilai. Mereka jadi tahu segala sesuatu tentang Smada. Mulai dari sejarah, bangunan, kurikulum, alumni, dan prestasi siswanya.</p>
<p>(Muhammad Syifa)</p>


<p>Related posts:<ul><li><a href='http://blog.alumnismada.org/2008/11/08/alumni-peduli-smada-kediri-20082009/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Alumni Peduli &#8211; Smada Kediri &#8211; 2008/2009'>Alumni Peduli &#8211; Smada Kediri &#8211; 2008/2009</a></li><li><a href='http://blog.alumnismada.org/2009/06/09/ketika-tato-dan-piercing-mulai-marak-di-kalangan-muda-kediri/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ketika Tato dan Piercing Mulai Marak di Kalangan Muda Kediri'>Ketika Tato dan Piercing Mulai Marak di Kalangan Muda Kediri</a></li><li><a href='http://blog.alumnismada.org/2009/01/04/berjiwa-mandiri-bikin-penyulingan-minyak-cengkih/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berjiwa Mandiri, Bikin Penyulingan Minyak Cengkih'>Berjiwa Mandiri, Bikin Penyulingan Minyak Cengkih</a></li></ul></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.alumnismada.org/2009/03/20/sman-2-kediri-runner-up-marketing-communication-plan-competition-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berjiwa Mandiri, Bikin Penyulingan Minyak Cengkih</title>
		<link>http://blog.alumnismada.org/2009/01/04/berjiwa-mandiri-bikin-penyulingan-minyak-cengkih/</link>
		<comments>http://blog.alumnismada.org/2009/01/04/berjiwa-mandiri-bikin-penyulingan-minyak-cengkih/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jan 2009 16:43:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alumni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabare Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[berjiwa mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[cengkeh]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[minyak]]></category>
		<category><![CDATA[mojo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.alumnismada.org/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Lapangan Kerja Baru berawal dari Ketel Bekas 
Jiwa wirausaha muncul bahkan dari pelosok desa. Senen dan Kunik, pasangan suami istri (pasutri) yang tinggal di Dusun Biting, Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri ini membuktikannya. Usaha yang dirintis dari bawah ini kini bisa jadi pembuka lapangan kerja baru.
SRI UTAMI, Kediri.
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-
Seorang pemuda sibuk mengangkati daun cengkih yang [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="textsedang" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;"><strong>Lapangan Kerja Baru berawal dari Ketel Bekas </strong></p>
<p>Jiwa wirausaha muncul bahkan dari pelosok desa. Senen dan Kunik, pasangan suami istri (pasutri) yang tinggal di Dusun Biting, Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri ini membuktikannya. Usaha yang dirintis dari bawah ini kini bisa jadi pembuka lapangan kerja baru.</p>
<p><strong>SRI UTAMI, Kediri.</strong></p>
<p><strong>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</strong></p>
<p>Seorang pemuda sibuk mengangkati daun cengkih yang menumpuk di sebelah rumah Senen. Kemudian diletakkan di dekat tempat pembakaran yang berada tak jauh dari tempat itu. Sedangkan seorang pemuda lagi seksama memperhatikan besarnya api yang digunakan memanasi ketel. Ketika bara mulai mengecil dia kemudian melemparkan tumpukan daun cengkih kering yang ada di sampingnya.</p>
<p>&#8220;Ini bukan daun cengkih baru. Tapi daun cengkih yang baru direbus,&#8221; terang pemuda bernama Slamet Riyadi itu.</p>
<p>Daun cengkih yang dijadikan bahan bakar tersebut memang daun cengkih yang sudah selesai disuling. Tentu saja minyaknya sudah habis. Sementara daun cengkih baru dimasukkan di ketel untuk disuling.</p>
<p>Seperti proses penyulingan lainnya, penyulingan minyak cengkih melewati beberapa tahap. Tahap pertama daun cengkih kering direbus di satu ketel khusus. Setelah itu, air hasil rebusan tersebut dialirkan ke dua bak kecil. Dua bak itu yang digunakan untuk menyaring minyak dan air sisa rebusan.</p>
<p>Dalam ketel raksasa yang berdiameter 1,5 meter dengan tinggi 3 meter tersebut bisa direbus daun cengkih hingga tujuh kuintal. Perebusan memakan waktu sekitar 12 jam. Untuk memastikan sari minyak yang ada di daun cengkih habis. Daun cengkih yang telah &#8216;kering&#8217; itulah yang kemudian dijadikan bahan pembakar penyulingan.</p>
<p>Bagi dua pemuda tersebut, Slamet dan Samsul Muarif, proses penyulingan harus mereka tunggu hingga selesai. Sebab, bara api untuk memanaskan ketel tak boleh meredup. Jika hal itu terjadi maka proses pembakaran tidak akan sempurna. Minyak yang keluar dari hasil penyulingan juga tidak akan maksimal. &#8220;Daun bekas penyulingan cukup untuk membakar satu kali proses penyulingan,&#8221; lanjut pemuda berusia 18 tahun itu.</p>
<p>Untuk memaksimalkan proses penyulingan, sesekali Senen dan Kunik, pasutri yang memiliki usaha tersebut, mengawasi. Terutama agar bisa menjaga bara api dalam proses pembakaran.</p>
<p>Meskipun Slamet sudah bekerja selama beberapa tahun, Senen dan Kunik masih sering memberikan pengarahan. &#8220;Apinya bagaimana?&#8221; tanya kunik pada Slamet.</p>
<p>Tujuh kuintal daun cengkih yang direbus bisa menghasilkan 11-15 kilogram minyak cengkih. Tergantung tingkat kekeringan daunnya. Semakin kering akan menghasilkan minyak yang lebih banyak.</p>
<p>Sejak pertama menekuni usaha penyulingan minyak cengkih empat tahun silam, Senen dan Kunik sudah mempekerjakan Slamet dan tiga temannya, yang semua lulusan sekolah dasar. Senen tidak bisa mengerjakannya sendiri. Sebab ada banyak proses yang harus dilalui. Apalagi proses penyulingan berlangsung selama 24 jam penuh.</p>
<p>Lamanya proses penyulingan yang membuat Senen dan Kunik berinisiatif mengajak tiga pemuda putus sekolah di desanya untuk membantunya. Mulai mengangkut daun hingga melakukan proses penyulingan. Senen dan Kunik sendiri lebih sibuk untuk mencari bahan baku minyak cengkih. Yaitu daun cengkih kering.</p>
<p>Kini, setelah bekerja di tempat penyulingan minyak cengkih tersebut, bocah-bocah jebolan SD tersebut berusaha meneruskan pendidikan. Mereka masuk SMP Terbuka.</p>
<p>Awal menekuni usaha, Kunik hanya mencari daun cengkih di sekitar desanya saja. Sebab, volume penyulingan hanya sekali sehari. Sehingga stok daun cengkih masih mencukupi.</p>
<p>Tetapi, kini setelah dua kali proses penyulingan dalam sehari, Kunik membutuhkan lebih banyak daun. Sehari total butuh 14 kuintal daun cengkih kering. Diapun harus pergi ke desa-desa tetangga. Bahkan hingga di luar kecamatan, seperti ke Desa Parang, Kecamatan Banyakan. Satu kilogram daun kering dibelinya dengan harga Rp 500.</p>
<p>Meskipun sudah berburu daun cengkih kering ke beberapa daerah, sering stoknya tak bisa mencukupi. Khususnya saat musim hujan seperti sekarang. Pasokan bisa tak ada sama sekali. Petani yang biasanya mengumpulkan daun kering tidak bisa melakukannya lagi. Sebab, daun dalam keadaan basah.</p>
<p>Untuk menyiasati hal itu, biasanya Kunik berusaha menumpuk stok pada saat musim kemarau. Tetapi, hal itu juga belum cukup. Contohnya saat ini, dia hanya mempunyai stok tersisa sekitar dua ton. Jumlah tersebut hanya bisa mencukupi untuk pembakaran selama Januari saja. Padahal, dia baru bisa mendapat stok sekitar Mei nanti.</p>
<p>&#8220;Kalau memang stok itu habis <em>ya</em> berarti berhenti (menyuling) dulu. Sekarang susah cari daun kering,&#8221; kata Kunik.</p>
<p>Keterbatasan stok hingga saat ini memang menjadi masalah tersulit untuk menjaga kelangsungan usahanya tersebut. Padahal, order minyak cengkih terus ada. Minyak hasil sulingan pasutri ini dikirim ke beberapa produsen obat di daerah Blitar. Bila berhenti menyuling karena stok cengkih habis, berarti suplai ke produsen obat tersebut juga berhenti.</p>
<p>Bagaimana Senen dan Kunik awalnya bisa menekuni usaha seperti itu? Ibu satu anak ini bercerita, usaha tersebut bermula ketika suaminya bekerja sebagai penjual daun cengkih kering yang memasok ke Trenggalek dan beberapa daerah lainnya. Saat itulah dia mendapat tawaran untuk membeli ketel bekas yang tidak terpakai.</p>
<p>Dengan bekal melihat proses penyulingan selama beberapa tahun terakhir, Senen memberanikan diri untuk usaha penyulingan minyak. Dengan hasil penjualan minyak cengkih Rp 50 ribu per kilogram, Senen dan Kunik bisa menggantungkan hidupnya pada pekerjaan tersebut. Termasuk empat pemuda yang menjadi karyawannya tersebut.<strong>(fud)</strong></div>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.alumnismada.org/2009/01/04/berjiwa-mandiri-bikin-penyulingan-minyak-cengkih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aji Santoso Yakin Persik Masih Bisa Juara</title>
		<link>http://blog.alumnismada.org/2009/01/04/aji-santoso-yakin-persik-masih-bisa-juara/</link>
		<comments>http://blog.alumnismada.org/2009/01/04/aji-santoso-yakin-persik-masih-bisa-juara/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jan 2009 16:15:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alumni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabare Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[juara]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[pelatih]]></category>
		<category><![CDATA[pssi]]></category>
		<category><![CDATA[sepakbola]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.alumnismada.org/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Kediri  &#8211; Nada optimistis terlontar dari Aji Santoso tentang peluang timnya. Pelatih baru Persik Kediri itu merasa yakin skuad &#8220;Macan Putih&#8221; masih memiliki peluang juara walaupun saat ini kondisinya masih compang-camping.
Ditemui oleh detiksport seusai memimpin latihan pertamanya, Rabu (24/12/2008), Aji menuturkan tentang target yang ingin diraihnya. Ia mengaku hanya berusaha mendapatkan yang terbaik saat [...]


Related posts:<ul><li><a href='http://blog.alumnismada.org/2009/01/04/aji-santoso-akhirnya-tukangi-persik/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Aji Santoso (akhirnya) Tukangi Persik'>Aji Santoso (akhirnya) Tukangi Persik</a></li></ul>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kediri </strong> &#8211; Nada optimistis terlontar dari Aji Santoso tentang peluang timnya. Pelatih baru Persik Kediri itu merasa yakin skuad &#8220;Macan Putih&#8221; masih memiliki peluang juara walaupun saat ini kondisinya masih compang-camping.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://blog.alumnismada.org/wp-content/uploads/2009/01/ajisantoso-samsul.jpg"><img title="Aji Santoso" src="http://blog.alumnismada.org/wp-content/uploads/2009/01/ajisantoso-samsul.jpg" alt="Aji Santoso" width="150" height="256" /></a><p class="wp-caption-text">Aji Santoso</p></div>
<p>Ditemui oleh <strong>detiksport</strong> seusai memimpin latihan pertamanya, Rabu (24/12/2008), Aji menuturkan tentang target yang ingin diraihnya. Ia mengaku hanya berusaha mendapatkan yang terbaik saat menerima pinangan Persik.</p>
<p>&#8220;Manajemen hanya meminta saya menyelamatkan tim ini dari kemungkinan terburuk, yaitu degradasi. Tapi sebagai pelatih, tentunya saya ingin mendapatkan yang lebih baik, dari sekadar keberhasilan menyelamatkan tim ini,&#8221; ungkapnya serius.</p>
<p>Terkait kondisi tim yang timpang akibat ditinggalkan sebagian pemain bintangnya, Aji tidak mempermasalahkannya. &#8220;Di sini masih ada Saktiawan Sinaga, M. Robby,  Hamka Hamzah, yang dengan keberadaan mereka tim ini masih bisa disebut bintang. Saya yakin Persik masih berpeluang untuk menjadi juara,&#8221; tukas Aji.</p>
<p>Sementara itu dalam latihan pertamanya ini Aji lebih sering memantau dari pinggir lapangan sambil sesekali memberi instruksi. Ia sengaja melakukannya guna mempelajari kemampuan anak asuhnya.</p>
<p>&#8220;Ada yang bilang tak kenal, maka tak sayang. Nah, karena itulah saya ingin kenalan dulu dengan anak asuh saya, meskipun mungkin di antara kami sudah ada yang saling kenal,&#8221; ujarnya sambil tertawa ringan.</p>
<p>Mengenai hasil pantauannya terhadap kemampuan anak asuhnya yang baru, Aji mengaku bangga, dan mengaku tidak akan kesulitan beradaptasi.</p>
<p>&#8220;Mereka sudah pemain jadi semua, dan saya pikir hanya perlu sedikit pembenahan sesuai dengan metode yang akan saya terapkan,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Mengenai kemungkinan Persik harus membeli pemain baru guna menutup sejumlah kekurangan yang ada, Aji mengaku belum dapat mengambil keputusan.</p>
<p>&#8220;Mungkin berat juga ya. Tapi apapun itu, saya masih baru dan masih banyak yang harus saya lihat. Jika memang harus membeli pemain baru, ya saya akan lapor ke manajemen.”</p>
<p>Persik secara resmi mengontrak Aji sebagai pelatih, mengggantikan Arcan Iurie Anatolievici yang memilih hengkang karena menolak rasionalisasi gaji.</p>
<p>Mantan bek kiri dan timnas Indonesia ini memiliki pengalaman melatih dengan cukup banyak prestasi, antara lain mengantarkan Jawa Timur merebut medali emas dalam PON XVII di Kalimantan Timur, serta mengantarkan tim mahasiswa Indonesia menduduki peringkat ketiga dalam ASEAN University Games, di Malaysia.<strong></strong></p>


<p>Related posts:<ul><li><a href='http://blog.alumnismada.org/2009/01/04/aji-santoso-akhirnya-tukangi-persik/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Aji Santoso (akhirnya) Tukangi Persik'>Aji Santoso (akhirnya) Tukangi Persik</a></li></ul></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.alumnismada.org/2009/01/04/aji-santoso-yakin-persik-masih-bisa-juara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aji Santoso (akhirnya) Tukangi Persik</title>
		<link>http://blog.alumnismada.org/2009/01/04/aji-santoso-akhirnya-tukangi-persik/</link>
		<comments>http://blog.alumnismada.org/2009/01/04/aji-santoso-akhirnya-tukangi-persik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jan 2009 06:44:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alumni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabare Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[kediri]]></category>
		<category><![CDATA[pssi]]></category>
		<category><![CDATA[sepakbola]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.alumnismada.org/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Samsul Hadi &#8211; detiksport Kediri  &#8211; Pencarian panjang Persik Kediri atas sosok pelatih, sebagai pengganti Arcan Iurie Anatolievici, akhirnya menemukan hasil. Mantan pemain nasional Aji Santoso resmi ditunjuk sebagai pelatih.
&#8220;Alhamdulillah, pendekatan yang kami lakukan sejak dia ada di Malaysia membuahkan hasil. Aji secara resmi saya katakan sebagai pelatih baru bagi Persik,&#8221; ujar sekretaris Persik, [...]


Related posts:<ul><li><a href='http://blog.alumnismada.org/2009/01/04/aji-santoso-yakin-persik-masih-bisa-juara/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Aji Santoso Yakin Persik Masih Bisa Juara'>Aji Santoso Yakin Persik Masih Bisa Juara</a></li></ul>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_34" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://blog.alumnismada.org/wp-content/uploads/2009/01/ajisantoso-samsul.jpg"><img class="size-full wp-image-34" title="ajisantoso" src="http://blog.alumnismada.org/wp-content/uploads/2009/01/ajisantoso-samsul.jpg" alt="Aji Santoso" width="150" height="256" /></a><p class="wp-caption-text">Aji Santoso</p></div>
<p><span class="reporter"><strong>Samsul Hadi</strong> &#8211; detiksport</span><strong> Kediri </strong> &#8211; Pencarian panjang Persik Kediri atas sosok pelatih, sebagai pengganti Arcan Iurie Anatolievici, akhirnya menemukan hasil. Mantan pemain nasional Aji Santoso resmi ditunjuk sebagai pelatih.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, pendekatan yang kami lakukan sejak dia ada di Malaysia membuahkan hasil. Aji secara resmi saya katakan sebagai pelatih baru bagi Persik,&#8221; ujar sekretaris Persik, Barnadi, kepada sejumlah wartawan di Balaikota Kediri, Kamis (18/12/2008).</p>
<p>Barnadi menambahkan, Aji akan dikontrak selama enam bulan ke depan. &#8220;Sementara cukup sampai berakhirnya kompetisi. Tapi jika prestasinya bagus akan dipertimbangkan untuk diperpanjang,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Soal target? &#8220;Simpel saja, yaitu jangan sampai kita terdegradasi,&#8221; ungkap Barnadi tentang sosok yang membawa Jawa Timur meraih medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII di Kalimantan Timur itu.</p>
<p>Ketika ditanya mengenai besaran nilai kontrak yang ditawarkan Persik kepada Aji, Barnadi menolak menyebutkannya. Dia menganggap hal tersebut tidak etis untuk dipublikasikan.</p>
<p>Aji dijadwalkan datang ke Kediri untuk melakukan penandatanganan kontrak pada Senin (22/12/2008) mendatang. Kedatangan tersebut sekaligus menandai debutnya sebagai pembesut Ronald Fagundes dan kawan-kawan.</p>
<p>Persik di paruh kedua Indonesia Super Liga, akan kehilangan beberapa pemain pilarnya Seperti kiper Markus Horison, Danilo Fernando yang memutuskan hengkang karena menolak rasionalisasi gaji, serta Cristian Gonzales yang mendapatkan sanksi larangan bermain dari Komisi Disiplin PSSI.</p>
<p>Sementara pelatih asal Moldova, Arcan Iurie Anatolievici juga memutuskan hengkang. Dia menolak pemangkasan gaji yang dilakukan manajemen, akibat terjadinya krisis finansial.<br />
<strong> (	a2s	/	key	) </strong>sumber www.detik.com<strong><br />
</strong></p>


<p>Related posts:<ul><li><a href='http://blog.alumnismada.org/2009/01/04/aji-santoso-yakin-persik-masih-bisa-juara/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Aji Santoso Yakin Persik Masih Bisa Juara'>Aji Santoso Yakin Persik Masih Bisa Juara</a></li></ul></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.alumnismada.org/2009/01/04/aji-santoso-akhirnya-tukangi-persik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ada Flying Fox di Gunung Kelud</title>
		<link>http://blog.alumnismada.org/2008/11/07/ada-flying-fox-di-gunung-kelud/</link>
		<comments>http://blog.alumnismada.org/2008/11/07/ada-flying-fox-di-gunung-kelud/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Nov 2008 02:27:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alumni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabare Kediri]]></category>
		<category><![CDATA[gunung kelud]]></category>
		<category><![CDATA[wisata kediri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.alumnismada.org/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Pengunjung kawasan wisata Gunung Kelud yang terletak di wilayah Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri makin dimanjakan dengan berbagai alternatif sasaran dan permainan wisata. Jika sebelum gunung Kelud meletus, pengunjung disuguhi panorama kawah di puncak kepundan dengan air yang berwarna hijau, setelah letusan pada akhir 2007 lalu, pengunjung dibuat terpana dengan munculnya anak gunung Kelud dengan asap [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-11" href="http://blog.alumnismada.org/2008/11/07/ada-flying-fox-di-gunung-kelud/flyingfox/"><img class="alignleft size-medium wp-image-11" title="flyingfox" src="http://blog.alumnismada.org/wp-content/uploads/2008/11/flyingfox.jpg" alt="" width="300" height="234" /></a>Pengunjung kawasan wisata Gunung Kelud yang terletak di wilayah Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri makin dimanjakan dengan berbagai alternatif sasaran dan permainan wisata. Jika sebelum gunung Kelud meletus, pengunjung disuguhi panorama kawah di puncak kepundan dengan air yang berwarna hijau, setelah letusan pada akhir 2007 lalu, pengunjung dibuat terpana dengan munculnya anak gunung Kelud dengan asap putih yang mengepul diseputar &#8220;gunung anakan&#8221; yang berbentuk kubah lava itu. Belum lagi dengan fenomena mysterious road yang juga membikin pengunjung penasaran.</p>
<p>Kali ini Pemerintah Kabupaten Kediri melalui kantor Pariwisata dan Seni Budaya (Parsenibud) kembali menambah permainan di kawasan wisata yang menjadi icon wisata Kabupaten Kediri yaitu Gantungan Luncur atau dalam istilah outbond sering disebut Flying Fox. Tidak itu saja, dalam waktu dekat juga akan ditambah dengan permainan wisata berupa penyediaan kendaraan All Train Vehicle (ATV) dengan jalur tertentu. ATV ini adalah jenis kendaraan dengan kemudi seperti sepeda motor tetapi memiliki roda empat dirancang sebagai kendaraan offroad.  Dua permainan terakhir adalah permainan yang bernuansa petualangan. Cocok dengan kawasan wisata gunung Kelud yang memang memiliki bentang alam cukup menantang.</p>
<p>Menurut Kepala Kantor Parsenibud Drs. Mudjianto melalui Kabag Humas dan Protokol Drs. Sigit Rahardjo, Msi bahwa dalam permainan flying fox ini sudah dilengkapi dengan perangkat pengaman untuk keselamatan pengunjung yang mencobanya.</p>
<p>&#8220;Untuk mencoba flying fox, pengunjung tidak perlu kuatir, karena permainan tersebut sudah dilengkapi perangkat pengaman untuk keselamatan&#8221;, jelas Sigit Rahardjo dalam suatu kesempatan.</p>
<p>Untuk menikmati flying fox dengan jalur bentang sepanjang 100 meter ini pengunjung dikenakan tarif Rp. 10.000,- sekali luncur termasuk diantar kembali ke tempat luncur awal dengan dibonceng sepeda motor.</p>
<p>&#8220;Kalau masalah ATV, saat ini kendaraannya masih pesan dan petugas masih mencarikan jalur yang aman untuk berkendara&#8221;, tambah Sigit Rahardjo.</p>
<p>Sementara itu ketika penulis mengunjungi kawasan wisata gunung Kelud pada Minggu (26/10) lalu, tampak pengunjung dari luar daerah dengan kendaraan biro wisata memadati areal parkir. Umumnya mereka berkunjung secara rombongan menggunakan kendaraan Isuzu Elf layanan transportasi dari biro wisata.</p>
<p>Koh Jiang (52), seorang wisatawan keturunan Tionghwa dari Jakarta mengatakan bahwa kunjungannya bersama rombongan ke gunung Kelud karena penasaran oleh pemberitaan tentang fenomena munculnya kubah lava usai letusan lalu.</p>
<p>&#8220;Saya beserta keluarga dan kawan-kawan dari Jakarta tertarik ingin melihat kubah lava di gunung Kelud. Dulu pernah kesini tapi saat itu yang ada masih berupa danau berwarna hijau. Sekarang ganti muncul anak gunung Kelud. Tapi panoramanya tetap indah&#8221;, aku Koh Jiang yang dalam kunjungannya ke gunung Kelud ini menggunakan biro wisata Jakarta.</p>
<p>Tentang ramainya pengunjung di kawasan wisata gunung Kelud ini juga dibenarkan oleh Sutomo (50) petugas parkir yang biasa mengatur kendaraan penempatan kendaraan. Menurutnya pada hari Sabtu dan Minggu, areal parkir selalu penuh oleh kendaraan roda dua dan roda empat. Kendaraan terbesar yang pernah naik adalah jenis mini bus, tetapi yang banyak untuk kendaraan roda empat adalah Isuzu Elf dari berbagai biro wisata. &#8220;Sejak Lebaran kemarin gunung Kelud pada Sabtu dan Minggu selalu ramai. Kalau ramai areal parkir ini bisa penuh. Jadi harus diatur penempatannya&#8221;, jelas Sutomo didampingi Yudi (35) petugas permainan flying fox.</p>
<p><strong>Gelar Ritual Sesaji </strong></p>
<p>Pada hari Minggu pagi tanggal 9 Nopember 2008 nanti, di kawasan wisata gunung Kelud kembali digelar Ritual Sesaji sebagaimana yang biasa dilaksanakan setiap tahunnya. Upacara adat berbentuk Ritual sesaji ini merupakan agenda budaya tahunan yang diikuti masyarakat sekitar gunung Kelud.</p>
<p>&#8220;Adat Ritual Sesaji yang diselenggarakan setiap tahun ini, juga menampilkan pertunjukan kesenian tradisional dan budaya serta pagelaran musik&#8221;, jelas Kabag Humas dan Protokol Drs. Sigit Rahardjo, MSi.</p>
<p>Upacara adat Ritual Sesaji ini sebelumnya diistilahkan Larung Sesaji. Tetapi karena fenomena danau di puncak kepundan berubah dengan munculnya anak gunung Kelud, maka selanjutnya upacara adat ini menggunakan nama Ritual Sesaji.</p>
<address>sumber: kediri.go.id </address>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.alumnismada.org/2008/11/07/ada-flying-fox-di-gunung-kelud/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
